Ayah, Anakmu Rindu

Ayah, entah harus dengan bahasa apa aku mengungkapkan apa yang kupendam di dalam hati. Ketika aku tak mampu lagi bercanda gurau seakan tanpa sekat denganmu, entah harus dengan cara apa  aku mengeluhkannya. Aku rindu ayah. Aku rindu dengan hal-hal kecil yang biasa kau lakukan pada putri kecilmu ini. Di mulai dengan caramu yang unik ketika membangunkanku, cukup dengan menarik kakikku maka aku akan terbangun. Setiap makan bersama engkau begitu sabar selalu menghabiskan sisa makanku. Putri kecilmu kini telah beranjak remaja ayah. Aku tak perlu lagi menangis ketika apa yang kuinginkan tak kudapatkan, aku sudah belajar berjuang ayah.
Aku sedih karena ketika usiaku beranjak dewasa, aku justru tak memahamimu. Bahkan ketika hanya untuk meminta restu pun aku harus berdoa terlebih dahulu agar apa yang aku ucapkan tak melukaimu. Aku merasa asing dengan ayahku sendiri.
Sedangkan saudara tiriku yang tak ada ikatan darah sedikit pun dengan Ayah, ia sangat akrab dengan Ayah. Aku cemburu Ayah, namun lagi-lagi aku tak tahu dengan cara apa aku mengungkapkannya.

0 komentar:

Posting Komentar