Mari Beramar Ma'ruf Nahyi Munkar

Assalammu'alaikum warohmatullohi wabaroktuh

Alhamdulilah, puji syukur saya panjatkan kepada Alloh subhanahu wata'ala yang masih memberikan kesempatan kepada saya untuk menuliskan postingan ini. Sholawat beserta salamnya Alloh semoga tetap tercurah limpahkan kepada Imamul muttakin, Habibana wanabiana Muhammad sholallohu alaihi wasalam. 

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai "Amar Ma'ruf Nahyi Munkar". Seperti yang telah kita ketahui bahwasannya arti dari amar ma'ruf nahyi munkar itu meneyeru kebaikan dan mencegah kemunkaran.

Saudaraku, untuk mengingatkan. Bahwasannya manusia itu tempatnya khilaf dan salah. Meski begitu, kita dianjurkan untuk saling mengingatkan satu sama lain. Hal ini sesuai dengan firman alloh subhanahu wata'ala dalam surah Al-imron ayat 104.
 Yang artinya: "Dan hendaklah dari kamu ada segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan dan mengajak pada yang baik dan mencegah dari yang munkar, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.
Dari ayat tersebut sudah jelas, bahwasannya amar ma'ruf nahyi munkar itu memang perintah Alloh bukan perintah manusia.  Dari ayat tersebut juga Alloh akan memberikan kita keberuntungan jika kita mau beramar ma'ruf nahyi munkar. Sesungguhnya janji Alloh takkan pernah ingkar. Namun demikian, ketika kita beramar ma'ruf nahyi munkar niatkan hanya karena Alloh jangan karena ingin mendapat pahala dari Alloh atau bahkan karena ingin dipuji oleh orang lain (riya).

Saudarakau, seringkali kita juga lupa. Mengapa kita beramar ma'ruf nahyi munkar itu harus karena Alloh? Karena agar segala sesuatunya itu kita kembalikan pada Alloh. Bukankah kita juga tahu bahwasannya beramar ma'ruf itu tak mudah? Tak selamanya ucapan-ucapan kita diterima oleh mereka yang kita ingatkan. Bukan hanya tak menerima, tapi juga seringkali kita justru dicaci maki. Jangan bersedih apalagi membenci mereka saudaraku. Karena tugas kita hanya mengingatkan bukan memaksakan. Karena tetap saja yang Maha membolak balikkan hati setiap makhluk itu hanya Alloh subhanahu wata'ala. Kita tak punya kekuatan untuk memberikan hidayah pada mereka yang kita ingatkan. Jangankan kita umat yang berlumuran dosa, Rosululloh saja tak punya kekuatan untuk memberikan hidayah. 

Tapi coba kita pikirkan. Jika Rosululloh tak punya kekuatan untuk memberikan hidayah pada manusia, mengapa Beliau bisa menyebarluaskan islam keseluruh dunia? Bahkan sudah banyak kita ketahui melaui kisah-kisah perjuangan Rosululloh dalam al-qur'an. Betapa tak mudah perjuangan beliau dalam menyebarkan agama islam. Namun karena tekad yang kuat dan niat karena Alloh beliau bisa menyebarkan islam keseluruh duinia. Bukan hanya tekad dan niat karena Alloh saja tetapi caranya beliau beramar ma'ruf juga tidak sembarangan. Rosululloh sholallohu alaihi wasalam bersabda: "Barangsiapa yang melihat satu kemunkaran maka ubahlah dengan tangannya, jika tidak bisa maka dengan lisannya, jika tidak bisa juga maka dengan hatinya dan itulah selemah-lemahnya iman" (Riwayat Muslim). Coba saja kita buktikan. Jika kita beramar ma'ruf tidak dengan strategi atau cara yang baik. Misalnya, ketika ada yang berkelahi lalu kita melerainya dengan memberikan mereka dalil-dalil bahwa berkelahi itu dilarang. Apa yamg akan terjadi? Yang ada kita juga kena pukul dari mereka yang berkelahi.

Kesimpulannya, sebagai umat Rosululloh akhir zaman yang baik. Sudah selayaknya kita saling mengingatkan satu sama lain. Perlu diingat, ketika kita mengingatkan bukan berarti karena kita sudah merasa paling pintar atau paling tahu. Tetapi karena kita ingin meluruskan atau mengingatkan mereka yang lupa jalan yang benar. Saya tahu, mengingatkan itu tak mudah. Maka dari itu mintalah pada Alloh untuk memberikan kita kekuatan. Agar kita tidak putus asa bahkan bosan dalam mengingatkan.

Sekian postingan yang bisa saya sampaikan. Mohon maaf bila terdapat banyak kesalahan. Karena saya hanya manusia biasa yang tak luput dari kesalahan dan kealfaan. Semoga bermanfaat.Mohon kritikan dan saran yang membangun bagi saya.












2 komentar:

  1. (+) Kantun di lengkapi tafsir perkata di setiap ayat Al-Qur'an.:)

    BalasHapus